Situs Berita Terkini dan Terbaru

Wednesday, 14 June 2017
Berlangganan

Ngentot Satu Malam Dengan Bawahan di Kantor

loading...

Cerita Seks – Kejadian ini saat aku belum menikah dan masih bekerja di perusahaan distribusi makanan. Aku saat itu menjadi Chief Account Officer dan salah seorang stafku yang baru bekerja 4 bulan namanya Inge, dia seorang sarjana ekonomi yang baru setahun lulusnya umurnya masih 23 tahun .

Dulu saat pertama kali masuk kantor kulihat sering diantar dan dijemput pakai motor oleh pacarnya , tetapi sudah ada seminggu terakhir Inge selalu mengendarai motor sendiri . Memang Inge berwajah manis, hanya sayang kurang tinggi sedikit.
Yang menarik buat lelaki semacam saya adalah bibirnya yang selalu kelihatan basah terus karena lidahnya sering dipakai membasahi bibirnya dan selain itu model rambutnya yang pakai gaya sedikit yang terurai di dekat telinga dan diberi jelly hingga kelihatan basah.
Juga yang kelihatan sensual adalah cara berpakaiannya karena Inge selalu pakai baju atau kaos yang agak ketat sehingga perutnya kelihatan ramping dan buah dadanya terlihat agak menonjol. Memang buah dadanya sendiri tak terlalu besar tetapi cukup bagus bila pakai baju atau kaos yang ketat.
Suatu saat aku tegur dia,
“ Inge, kenapa sekarang kamu naik motor sendiri ?”
“ Yaahh , yang antarin sudah nggak ada”, sahutnya .
“ Masak iya , kemana pacarmu itu ?” tanyaku.
“ Aach, nggak tahu pergi kemana dia , biarin saja ” , jawabnya dengan nada kesal .
Beberapa hari kemudian, saat makan siang , aku melewati kamarnya , kebetulan cuma Inge seorang diri dan sedang makan, rupanya yang lain makan keluar , segera kumasuk dan duduk di depan mejanya .

“ Makan sendirian saja ?”
“ Iya Pak, sahutnya . Sambil makan, Inge melihat- lihat iklan bioskop di koran . Tiba -tiba Inge berbicara,
“ Waah , film Mandarin ini bagus Pak, Inge kepingin nonton tapi nggak ada teman sekarang. ”
“ Kalau memang nggak ada teman nanti saya temani” kataku.

“ Ah, Bapak bisa saja , nanti pacar Bapak marah lho !” sahutnya .
“ Yaa, jangan sampai ketahuan dong, sekali -kali kan nggak apa- apa” , kataku.
“ Kalau sungguh , kapan Bapak bisanya ? asal jangan yang malam – malam , paling lambat yang pukul 7 .00 malam ” , jelas Inge.
“ Besok malam ? Pokoknya jangan Sabtu dan Minggu malam itu acara Bapak sudah patent” kataku.

“ Kalau gitu besok malam ya Pak?”
“ Boleh, Bapak jemput jam berapa?”
“ Inge sampai kost jam 5 sore, lalu mandi dulu, jadi kira – kira pukul 6 sore ya!”
“ Oke ”, sahutku.

Besok sorenya setelah saya pulang ke kost dan mandi lalu siap ke kostnya Inge. Sampai di sana ternyata Inge belum selesai hingga kutunggu beberapa menit, kemudian kita langsung berangkat . Karena baru pukul 6 . 10 padahal filmnya mulai pukul 7 , maka kita putar- putar kota dulu.
Dalam mobil aku bilang dengan Inge kalau lagi nggak dinas begini jangan panggil aku Pak, sebab umur kami paling hanya berbeda 7 tahun , aku jadi nggak enak dong. Akhirnya setelah putar – putar kita langsung ke bioskop dan beli tiket lalu masuk, aku memang sengaja minta tempat duduk yang di pinggir . Rupanya filmya kurang bagus , sebab sampai saat mulai penontonnya hanya sedikit.
Memang artis- artis yang main seksi – seksi, apalagi film Mandarin terhitung banyak yang berani juga actionnya. Kalau pas adegan yang hot Inge tiba – tiba memegang tanganku, suatu saat kalau adegan panas sebelum tangannya Inge yang beraksi kupegang dulu telapak tangannya erat – erat .
Walaupun adegan panas sudah berlalu tangannya tetap kupegang terus dan perlahan – lahan tangannya kuletakkan di atas pahanya . Ketika Inge masih diam saja atas aksi ini , maka jari – jariku kupakai untuk mengutik- utik pahanya yang sudah terbuka karena roknya yang agak pendek itu naik kalau buat duduk . Beberapa menit hal itu kulakukan dan Inge pun masih diam, lalu tangannya kutarik ke paha lebih atas sekaligus untuk menyingkap roknya supaya naik ke pangkal paha .
Setelah kulihat roknya menyingkap sampai hampir pangkal pahanya sehingga paha yang mulus itu terlihat remang- remang dengan penerangan cahaya dari film saja . Aku pura – pura diam sebentar, kebetulan ada adegan panas lagi dan tanganku segera memegang pahanya dan tangan Inge memegang bagian atas tanganku .
Kupikir Inge akan melarang kegiatan tanganku itu , tetapi tangannya hanya ditumpangkan saja di tanganku . Kuberanikan lagi operasi ini , tanganku kuusapkan ke pahanya dari atas lutut sampai ke atas dekat pangkal pahanya . Sudah ada 5 menit aku melakukan ini bergantian paha kanan dan kiri, tapi Inge tetap diam hingga nafasku yang mulai memburu.
Akhirnya kuberanikan tanganku untuk mengusap pahanya sampai ke selakangannya hingga menyentuh CD – nya dan bagian kemaluannya kugelitik dengan 2 jariku. Saat itu Inge kelihatan mendesah sambil membetulkan duduknya . Kugelitik terus clitorisnya dengan jari dan kadang-kadang jariku kumasukkan ke dalam lubang vaginanya , ternyata lubangnya sudah basah juga 

loading...